05 June 2016

10 October 2015

Introducing...... Adiba ^^


Introducing.... Adiba Shafiq Mahirah
19 September 2015

06 September 2015

Hati Selapang Lautan....


" Mau seberapa menyakitkan sebuah kejadian, jika kita mempunyai hati selapang lautan, ditumpahkan racun paling mematikan se-kontainer sekalipun, tetap akan larut, tidak terasa.
Tetapi kalau hati itu sempit, satu tetes berbisa saja cukup untuk membuat hidup kita 'binasa' sehari, seminggu, bahkan berbulan-bulan.
Melapangkan hati adalah pekerjaan panjang, perlu latihan, berkali-kali jatuh-bangun, dan jelas membutuhkan ilmu dan pemahaman baik. Tidak mengapa gagal, besok lusa tidak terasa hatinya sudah semakin luas" 
*Tere Liye

Amazing kalau kita mampu punya hati selapang lautan... Benar apa yang ditulis oleh Mas Tere, jika kita mempunyai hati selapang lautan... sebanyak apapun racun hati yang tertumpah ke dalamnya...tetap tidak akan terasa efeknya. Tapi untuk mewujudkan hal ini menjadi kenyataan, tidaklah segampang sebuah tulisan. Perlu latihan mendalam..bahkan butuh waktu yang sangat lama. 
Siapa sih yang tidak ingin memiliki hati yang bersih dari segala penyakit hati?? tapi apakah kita sudah mampu?. Musti banyak usaha dan doa...perbanyak sabar... dan pertebal dinding keimanan... Banyak hal disekitar kita yang dengan mudah menjadi racun mematikan dan menghujam hati kita. Meninggalkan bekas luka yang teramat dalam... 
Ketika kita berniat melakukan suatu kebaikan...bisa saja orang lain menilai sebaliknya. Menuding dan mencela apa yang kita lakukan. Kadang (sering malah...) kita dianggap munafik, mencari perhatian... dan bla..bla.. lainnya. Lantas apakah kita akan membalasnya? Jujur...hal-hal seperti itu kadang terlintas di hati, tapi dengan kepala dingin..memperbanyak sabar dan dengan niat melakukan segala sesuatu hanya karena Allah.. Maka sebaiknya hal-hal negatif seperti itu kita abaikan saja. Khawatirnya semakin kita tanggapi...maka hati ini akan semakin sempit... Karena saya (kita) adalah pribadi yang ingin memiliki hati selapang lautan... :)

05 September 2015

Ta'aruf Masa Gitu??


Tulisan ini saya buat bukan karena saya sangat memahami tentang Ta'aruf...atau karena saya sangat alim/sholeha... Tulisan ini hanya memaparkan sedikit tentang kejadian-kedian di sekitar saya terkait tentang Ta'aruf. Banyak teman-teman yang dengan bahagia n bangga menceritakan tentang proses ta'arufnya. Tapi yang terjadi adalah memuunculkan  pertanyaan "Ta'aruf Masa Gitu?"... 
Ta'aruf tapi kok sama dengan pacaran? Hmmm...ngambil dari beberapa sumber, ada beberapa penjelasan singkat tentang Ta'aruf dalam Islam... Yang pertama dan yang paling utama, Ta'aruf itu dilaksanakan bagi yang mampu n siap menikah. Dan hal ini bukan hanya dilihat dari segi material saja, tapi yang paling utama adalah dari segi tanggung jawab dalam berumah tangga. 


“Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian mampu menikah maka menikahlah! Karena, menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih dapat memelihara kemaluan. Dan barangsiapa tidak mampu, hendaklah ia berpuasa, karena puasa dapat menjadi perisai bagi syahwatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)


01 August 2015

Broken Heart.....


Broken heart alias patah hati.... ini bukan tulisan or cuhat anak ABG yang baru patah hati dengan cowoknya...or patah hati krn cowok y ditaksir gk ngerespon balik perasaaannya..... ini corat-coret tentang broken heart yang lebih elegant..hehe
Broken heart bisa dimaknai dalam berbagai hal...salah satunya seperti yang baru saya alami... broken heart karena usaha yang saya lakukan untuk sertifikasi dosen hampir saja gagal total karena reserver yang gk jelas. Terhitung sejak tanggal 30 Juni 2015 yang lalu, saya sudah sangat mati2an ngurusin semua berkas n syarat untuk serifikasi dosen ini.  Mulai dari pemberitahuan yang kepepet bahwa nama saya lolos untuk Gelombang I Sertifikasi Dosen 2015... and harus pontang-panting untuk daftar test TKDA dan TKBI. Untung bisa slesai dalam satu hari, dan masih bisa ikut test terakhir pada tanggal 02 Juli 2015 di Universitas Syiah Kuala. Gk sempat belajar..tapi Alhammdulillah nilainya "aman" ^^. Trus bolak-balik ke Kopertis 13 untuk mengambil password peserta, karena semua syarat harus diisi dan diupload secara online... kejar-kejaran sama mahasiswa y mau pulang kampung lebaran, suapaya mereka sempat mengisi penilaian diri untuk saya... kejar-kejaran juga dengan Dekan n teman sejawat untuk mengisi penilaian diri saya... dan sebelum libur lebaran...fiuhhh, selesai untuk masalah penilaian diri.

29 December 2014

~Barakallah....


Barakallah.... Ami&Djuanda #28 Desember 2014 _(^-^)_