18 October 2016

Seminar Motivasi "Meraih Impian Studi Lanjut di Luar Negeri"

Motivasi dari pemateri

Peserta Seminar
#Latepost
#Selasa, 27 Sept 2016
#FKIP BIOLOGI Unaya

Kuliah Umum "Kultur Jaringan Anggrek secara Sederhana"

Foto bersama ^^
 
Penyampaian Materi

Hasil Kultur Jaringan


#Latepost
#Senin,26 Sept 2016
#FKIP BIOLOGI Unaya

Biologi Expo2 (2016)

Biologi Expo 2

Persiapan Pameran dan Bazar

Kreatifitas Mahasiswa
Herbarium

Bazar Buku

#latepost
#FKIP BIO Unaya

05 June 2016

10 October 2015

Introducing...... Adiba ^^


Introducing.... Adiba Shafiq Mahirah
19 September 2015

06 September 2015

Hati Selapang Lautan....


" Mau seberapa menyakitkan sebuah kejadian, jika kita mempunyai hati selapang lautan, ditumpahkan racun paling mematikan se-kontainer sekalipun, tetap akan larut, tidak terasa.
Tetapi kalau hati itu sempit, satu tetes berbisa saja cukup untuk membuat hidup kita 'binasa' sehari, seminggu, bahkan berbulan-bulan.
Melapangkan hati adalah pekerjaan panjang, perlu latihan, berkali-kali jatuh-bangun, dan jelas membutuhkan ilmu dan pemahaman baik. Tidak mengapa gagal, besok lusa tidak terasa hatinya sudah semakin luas" 
*Tere Liye

Amazing kalau kita mampu punya hati selapang lautan... Benar apa yang ditulis oleh Mas Tere, jika kita mempunyai hati selapang lautan... sebanyak apapun racun hati yang tertumpah ke dalamnya...tetap tidak akan terasa efeknya. Tapi untuk mewujudkan hal ini menjadi kenyataan, tidaklah segampang sebuah tulisan. Perlu latihan mendalam..bahkan butuh waktu yang sangat lama. 
Siapa sih yang tidak ingin memiliki hati yang bersih dari segala penyakit hati?? tapi apakah kita sudah mampu?. Musti banyak usaha dan doa...perbanyak sabar... dan pertebal dinding keimanan... Banyak hal disekitar kita yang dengan mudah menjadi racun mematikan dan menghujam hati kita. Meninggalkan bekas luka yang teramat dalam... 
Ketika kita berniat melakukan suatu kebaikan...bisa saja orang lain menilai sebaliknya. Menuding dan mencela apa yang kita lakukan. Kadang (sering malah...) kita dianggap munafik, mencari perhatian... dan bla..bla.. lainnya. Lantas apakah kita akan membalasnya? Jujur...hal-hal seperti itu kadang terlintas di hati, tapi dengan kepala dingin..memperbanyak sabar dan dengan niat melakukan segala sesuatu hanya karena Allah.. Maka sebaiknya hal-hal negatif seperti itu kita abaikan saja. Khawatirnya semakin kita tanggapi...maka hati ini akan semakin sempit... Karena saya (kita) adalah pribadi yang ingin memiliki hati selapang lautan... :)

05 September 2015

Ta'aruf Masa Gitu??


Tulisan ini saya buat bukan karena saya sangat memahami tentang Ta'aruf...atau karena saya sangat alim/sholeha... Tulisan ini hanya memaparkan sedikit tentang kejadian-kedian di sekitar saya terkait tentang Ta'aruf. Banyak teman-teman yang dengan bahagia n bangga menceritakan tentang proses ta'arufnya. Tapi yang terjadi adalah memuunculkan  pertanyaan "Ta'aruf Masa Gitu?"... 
Ta'aruf tapi kok sama dengan pacaran? Hmmm...ngambil dari beberapa sumber, ada beberapa penjelasan singkat tentang Ta'aruf dalam Islam... Yang pertama dan yang paling utama, Ta'aruf itu dilaksanakan bagi yang mampu n siap menikah. Dan hal ini bukan hanya dilihat dari segi material saja, tapi yang paling utama adalah dari segi tanggung jawab dalam berumah tangga. 


“Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian mampu menikah maka menikahlah! Karena, menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih dapat memelihara kemaluan. Dan barangsiapa tidak mampu, hendaklah ia berpuasa, karena puasa dapat menjadi perisai bagi syahwatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)